CAPUNG BIRU (Rhinoaeschna multicoclor)


POTENSI CAPUNG BIRU (Rhinoaeschna multicoclor) SEBAGAI PAKAN IKAN LELE DUMBO (Clarias gariepinus)
Abstract
Capung biru (Rhinoaeschna multicoclor) merupakan hewan yang hidup didaerah rerumputan,pinggir sungai,terdapat aliran airnya, capung biru dapat dimanfaatkan sebagai pakan ikan lele dumbo yaitu bagian tubuhnya kecuali sayapnya,capung biru memiliki kadar gizi yang cukup tinggi,namun jumlah capung sudah berkurang.Lele dumbo merupakan ikan karnivora.
Pendahuluan
Pakan tambahan merupakan merupakan makanan yang diberikan untuk menambah kekurangan makanan yang sebenarnya ada didalam kolam.Dari banyaknya jenis ikan masing-masing memeiliki selera memakan pakan tambahan yang berbeda,ada yang menyukai daging (tergolong karnivora),ada yang menyukai sayuran ( tergolong herbivora), dan ada yang menyukai keduanya(tergolong omnivora).Pakan alami merupakan pakan yang tersedia dialam.Pakan alami buat lele dumbo bisa berupa mikrooganisme yang hidup di air seperti plankton,larva capung ,cacing kecil dan sebagainya,karena mudah beradaptasi dengan lingkungan,pakan alami tidak mudah rusak oleh pengaruh lingkungan.Bila tersisa dikolam pakan alami juga tidak akan merusak kualitas air. Ikan, seperti pada umumnya mahluk bertulang belakang , memerlukan berbagai jenis gizi untuk memenuhi kebutuhan energi yang diperlukannya untuk hidup dan berkembang. Berbagai kandungan gizi pada pakan ikan memiliki fungsi tersendiri untuk menjaga ikan agar tetap hidup dan tumbuh. Protein, lipid, dan karbohidrat diperlukan untuk menyediakan energi, disamping itu protein pada khususnya diperlukan untuk pertumbuhan. Komposisi pakan ikan oleh karenanya memegang peranan yang penting. Sebagai contoh, protein yang diberikan pada ikan harus dapat menyediakan semua asam amino esensial yang diperlukan, lipid harus mengandung jenis asam lemak yang tepat. Spesies ikan telah berevolusi sedemikian rupa untuk memenuhi kebutuhan pakannya yang sesuai, oleh karena itu berbagai perilaku dalam mencari makan bisa bervariasi dari yang bisa disebut normal: seperti memakan tumbuhan, invertebrata akuatik, atau memakan ikan lain; sampai yang mungkin tergolong aneh: seperti memakan sirip atau sisik, memakan buah-buahan, kotoran, atau lumpur. Mereka juga telah berevolusi dalam tatacara mengamankan pakan mereka.
Lele dumbo (Clarias gariepinus) dapat digolongkan pemakan hewan dan pamakan bangkai (carnivorous –scavanger).Untuk itu,jenis makanan tambahannya harus banyak mengandung protein hewani yang mudah dicerna dan murah hargannya.Pakan tambahan tersebut pun harus dapat mempercepat pertumbuhan sehingga produksi yang diharapkan dapat tercapai. Ikan pemakan ikan secara fisiologi telah beradaptasi untuk mampu mengolah ikan secara keseluruhan. Ikan ini tidak memerlukan usus yang panjang. Mereka pada dasarnya dilengkapi dengan perut yang mampu mencerna pakan dalam jumlah besar dengan bantuan asam perut dan berbagai jenis enzim.Dengan kondisi sistem perncernaan yang berbeda tersebut akan menjadi jelas bagi kita mengenai permasalahan-permalahan yang mungkin timbul apabila kita memberikan pakan berupa sayuran pada ikan pemakan ikan, atau sebaliknya, memberikan ikan mentah pada ikan pemakan sayuran. Ikan pemakan daging pada umumnya sangat bersifat selektif, sehingga apabila dipaksakan untuk memakan pakan berbahan dasar sayuran, maka perutnya tidak akan efesien dalam mengolah jenis pakan tersebut. Akibatnya ikan bisa kelaparan dan mengalami ketidakseimbangan gizi yang pada akhirnya akan membawanya ke kematian.Makanannya berupa binatang-binatang renik seperti larva capung ,capung,cacing-cacing,siput-siput kecil,Daphnia,Copepoda dan lain-lain.

Rhinoaeschna multicoclor
( Foto Oleh : Muhammad Kaisar Dani , http://www.fotografer.net)
Kingdom: Animalia
Filum: Arthropoda
Kelas: Insecta
Ordo: Odonata
Family: Aeshnidae
Genus: Rhionaeschna

Cara penghematan pakan ikan, selama ini dilakukan oleh petani dengan berbagai cara.
Cara efisien memberikan pakan tambahan adalah dengan menyediakan terlebih dahulu suatu wadah yang terbuat dari bahan yang murah seperti dari cabikan atau sobekan karung plastik.Lalu,wadah tersebut dibentuk segi empat yang ukurannya sesuai luas kolam dan jumlah lele dumbo yang dipelihara.Dengan menggunakan wadah ini maka akan memudahkan pengontrolan kebutuhan pakan tambahan.
Pengelolaan Pakan Capung Biru
Sebenarnya larva capung merupakan jenis hama bagi larva ikan,tetapi capung mengandung protein yang tinggi sehingga justru bisa dimanfaatkan sebagai pakan tambahan bagi lele dumbo. Capung biru dapat sebagai pakan ikan lele dumbo,bisa diberi langsung ke ikan lele dumbo asalkan sayap capungnya dilepas,jika sayap capung tidak dilepas akan sulit dicerna oleh ikan lele dumbo.Syarat sebagai pakan alami yang baik untuk lele dumbo,yaitu harus berukuran kecil dari bukaan mulut ikan ,mudah dicerna.pada capung biru menggandung protein, menggandung zat gizi yang dibutuhkan benih.Sebagian besar capung kaya akan protein (40-60 persen) dan lemak (10-15 persen), capung hidup didaerah sekitar sungai,rerumputan.
Memang sebaiknya pakan untuk lele dumbo dibuat sendiri.Membuat pakan sendiri memiliki banyak keuntungan ,karena kebutuhan nutrisinya dapat diramu dalam pakan sehingga ikan tidak kekeurangan zat gizi.Walaupun hanya menggunakan bahan baku di sekitar lingkungan ,kebutuhan gizi lele dumbo harus diperhatikan seperti karbohidrat, protein, dan vitamin, baik yang berasal dari nabati maupun hewani.Perbandingan bahan bakunya 2-3 bagian protein dan 2 bagian karbohidrat.sumber protein adalah tepung capung,sedangkan sumber karbohidrat adalah dedak.Agar pakan dilengkapai vitamin maka perlu ditambahkan vitamin C sebanyak 3 butir.
Pertama Capung biru sesuai dengan kebutuhan dihaluskan terlebih dahulu. Untuk menghaluskannya gunakan penumbuk, kemudian digiling dan diayak hingga didapatkan tepung capung biru yang halus. Ampas ayakan dikumpulkan dan ditumbuk lagi sampai didapatkan tepung yg halus lagi. Proses ini dilakukan secara berulang-ulang.
Agar bahan baku lebih mudah digiling, sebaiknya bahan baku dijemur terlebih dahulu sampai kering terus langsung digiling. Setelah bahan baku halus,selanjutnya tepung capung, tepung ikan, tepung keong mas,dedak direbus dan diaduk sampai rata sampai 1 menit.Pakan hasil rebusan yang sudah tercampur homogen dihamparkan dan diratakan dikertas koran ,plastik,atau wadah lain.Pakan ini dibiarkan dingin dengan sendirinya.Setelah dingin, Vitamin C dapat dicampurkan kedalam pakan.Pencampuran harus dilakukan saat pakan sudah dingin.Bila dicampur saat masih panas,vitamin C akan menguap.Pemberian pakan ini diberikan 2-3 kali sehari.
Saran:
1. Upaya untuk meningkatkan kualitas lele dumbo harus dilakukan dengan lebih megoptimalkan pemberian pakan buatan sendiri agar hasil yang didapatkan maksimal dan memeperoleh keuntungan yang besar.
2. Meskipun secara teknis,capung biru sangat terbatas jumlahnya namun bisa disiasati dengan mencampurkan dengan pakan lain.
3. Perlu dilakukan penelitian lebih lanjut mengenai capung biru sebagai pakan ikan lele dumbo,sehingga dapat dioptimalkan,sebagi pakan tambahan.

Kesimpulan:
Bahwa ikan lele dumbo termasuk ikan yang rakus terhadap pakan ,ikan pemakan bangkai,perkembangannya sangat dipengaruhi oleh pakan yang diberikan.Pemberian pakan yang benar akan memacu lele dumbo tumbuh lebih cepat dan besar.Capung biru juga dapat dimanfaatkan sebagai pakan lele dumbo dengan dicampurkan dengan pakan lain seperti bekicot,cacing, dedak,capung akan kaya protein sehingga daging ikan lele dumbo lebih segar.Larva capung atau hewan renik (mikro) inilah yang di kalangan peternak ikan disebut sebagai plankton,dengan banyak dtumbuhi plankton seperti larva capung akan menyuburkan kolam ,sehingga bisa dimanfaatkan sebagai pakan alami.

Daftar Pustaka
Asmawi,Suhaili,1985,Pemeliharaan Ikan Dalam Karamba,Gramedia Pustaka Utama,Jakarta.
Emil,2011,Capung Teman Kita,Dempo Dragonfly Society (DDS),Malang.
Kaisar D,M,2008,Capung,www.fotografer.net
Suyanto, S.R. 1986, Budidaya Ikan Lele. Penebar Swadaya, Jakarta.
Usni,dkk.2007,Mengatasi Permasalahan Budi Daya Lele Dumbo,Penebar Swadaya,Jakarta.
Yusuf.2008,Panduan Lengkap Budi Daya Lele Dumbo,AgroMedia,Jakarta.
Zonneveld, 1991,Prinsip-prinsip Budidaya Ikan,Gramedia Pustaka Utama,Jakarta.

TUGAS TERSTRUKTUR

POTENSI CAPUNG BIRU (Rhinoaeschna multicoclor) SEBAGAI PAKAN IKAN LELE DUMBO (Clarias gariepinus)

NAMA :SAPRUDIN
NIM : H1H011004
PRODI : BUDIDAYA PERAIRAN
MATA KULIAH : BIOLOGI DASAR

FAKULTAS SAINS DAN TEKNIK
JURUSAN PERIKANAN DAN KELAUTAN
UNIVERSITAS JENDERAL SOEDIRMAN
2011

By alsaprudin

6 comments on “CAPUNG BIRU (Rhinoaeschna multicoclor)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s